Jumat, 28 Desember 2012

Berantem, Menangis, Main lagi

ada banyak yang mau saya bahas tapi satu-satu dulu deh ya..
terinspirasi menulis saat membaca buku INDONESIA MENGAJAR, saya juga jadi pengen ikutan cerita. mereka menceritakan anak-anak didik mereka di penjuru belahan Indonesia tempat mereka di tempatkan. rata-rata yang dari saya baca, anak-anak di daerah tersebut terbiasa di perlakukan "keras" oleh guru-guru mereka disana. tak pula jarang mereka saling main pukul antara siswa laki-laki dan siswa perempuan. saya juga punya cerita yang saya bawa dari KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang saya lakukan selama 43 hari di provinsi Sumatera Barat (tentunya)
kabupaten Agam, kecamatan Palupuh, nagari Koto Rantang, jorong Muaro. hehehe lengkap ya :)

baik,saya melakukan KKN di daerah itu selama 43 hari. yang saya sesali adalah saya kurang mempersiapkan secara matang program kerja saya sehingga saya bisa mendapatkan pengalaman yang juga maksimal disana. singkat cerita, setelah seminggu disana, saya memulai aktifitas proker saya. seminggu pertama penyesuaian diri dan perkenalan lingkungan. minggu berikutnya, saya membuka seperti bimbel kecil-kecilan untuk mengajak adek-adek yang berjenjang Sekolah Dasar (SD) untuk belajar bersama di rumah tempat saya tinggal selama KKN. oh iya, dirumah saya itu ada ama,apa, dan vivi (siswi smp dan juga anak ama) serta ada inyik (sebutan kakek di minang), tapi inyik tidak tinggal di rumah, beliau tinggal di masjid dekat rumah tempat saya tinggal. oke balik lagi ke anak-anak SD. pernah suatu saat saya dan teman-teman saya satu jorong melaksanakan proker kami di SD tersebut. setelah itu, kami mengadakan lomba sejenis class meeting begitu, karena mereka sudah selesai UAS. kemudian, dari sana saya juga merasakan hal yang sama seperti para Pengajar Muda ceritakan dalam buku Indonesia Mengajar. Sulit mengatur anak-anak SD tersebut, tak jarang yang kelas 5 memukul yang kelas 3, yang laki-laki memukul yang wanita, berujung dengan keduanya menangis.. hooo suara saya habis untuk melerai mereka dan membuat mereka diam. tak jarang juga siswa-siswi kelas 5 menunjukkan "keegoisan" mereka sehingga saya binggung bersikap terhadap mereka.

MENANGIS :
  1. Selesai saya menanam TOGA, bersama dengan siswa-siswi kelas 5 dan sebagian kelas 4, ada salah satu siswa kelas 4 kalau saya tidak salah, diam-diam pergi ke kamar mandi dengan muka sedih, kemudian saya hampiri dan bertanya kenapa ia menangis, apakah karena tidak dapat jatah menanam? karena waktu itu bibit yang saya bawa terbatas. ia kemudian menggeleng, ternyata penyebabnya adalah ia dipukul oleh salah seorng siswa kelas 5. ya ampun. kemudian saya bilang "jangan nangis dong,kamu kan laki-laki. nanti kakak bilanginnya orangnya." ia berhenti menangis dan kembali mengikuti games. berhasil.
  2. Kami punya permainan yang disebut "joget balon" jadi siswa-siswa dan siswi-siswi saling berpasangan kemudian joget-joget dengan balon berada di kening mereka lalu berjalan bolak - balik. yang duluan dan balon tidak jatuh, itu pemenangnya. nah, ternyata ada 2 orang siswi kelas 2 yang masuk ke dalam kelas sambil nangis. ditanya siapa yang mukul, mereka geleng-geleng. ternyata penyebabnya adalah mereka takut sama balon tapi temen-temen nyuruh mereka buat ikut joget balon. dengan waktu pembujukan yang lama, akhirnya keduanya mau berhenti menangis dan duduk di depan kelas melihat teman-teman yang lain bermain.meskipun masih belum bisa di ajak koncoan.
  3. Selesai masalah 2 adek-adek yang cantik, ada lagi salah seorang siswa sebut saja  si A yang menangis kemudian ingin memukul temannya yang wanita. usut punya usut, ia nangis karena kursi yang ia tempati sebelumnya di tempati oleh seorang siswi, karena siswa tersebut tidak mau pindah, maka si siswi memukulnya. tapi yang namanya pukulan perempuan, lebih keras lagi pukulan laki-laki.saya kurang mengetahui betul si A ini sudah balas memukul atau belum, yang jelas saat saya datang, saya berusaha mencegah si A memukul siswi tersebut. si siswi sudah berlari menjauh, tapi si A tetap saja mengejar sambil menangis dan muka sangat marah. ironisnya teman-temannya malam mengompori si A. ya ampun lagi. dengan perjuangan membujuk yang tidak didengar dan kekuatan seadanya untuk menahan si A akhirnya ia bisa duduk walaupun masih menangis dan masih "sensi" sama sekitarnya. setidaknya ia tidak jadi menghampiri si siswi dan memukulnya. meskipun masih juga ada usaha ia untuk "menjalankan" rencananya itu.

itulah sebagian kisah menangisnya mereka. mereka seneng lari-lari, seneng bermain, seneng berantem, seneng mukul, seneng nangis, tapi setelah itu mereka bermain lagi.Ternyata sulit mengkoordinir mereka. tapi, senang sekali bisa menghibur mereka dengan permainan-permainan.

sebandel-bandelnya mereka, se-cengengnya mereka, mereka tetap anak-anak dan nakal serta songong-nya mereka berbeda dengan siswa-siswi smp. bandelnya mereka bandelnya anak-anak. ngeselin tapi gemesin. sayangnya kenapa saya tidak memberikan semacam bimbel itu di akhir pelajaran mereka di siang hari sebelum mereka melanjutkan TPA (mengaji). dengan begitu saya bisa lebih mengenal mereka dan merasakan jadi guru.oh iya setelah kami selesai mengadakan lombanya, mereka yang dari tadi "pecicilan" sulit diatur, kena marah sm kepseknya. ya ampun lagi lagi lagi. kenapa harus marahin mereka terus. kalau mereka terbiasa dimarahin, mereka terbiasa juga menyalahkan. ya kan?

senengnya saya sm anak SD adalah, di SD kita bisa "mencekoki" mereka dengan mimpi-mimpi yang dapat mereka raih. jadi anak SD itu banyak impiannya, cita-citanya. kalau saya punya kesempatan waktu itu untuk mengajar mereka, mungkin akan saya tanya mereka apa saja cita-cita mereka dan mungkin bisa menyalurkan sedikit motivasi kepada mereka, karena ada beberapa anak-anak disana sekolah hingga lulus SD kemudian berhenti dan bekerja. miris sekali ada seorang anak laki-laki yang berhenti sekolah smp, kemudian teman kkn saya membujuk ia untuk sekolah, akhirrnya ia mau sekolah lagi. tapi, ketika kami sudah selesai KKN, ia pun tidak sekolah lagi. ternyata ia mau sekolah karena suka sama temen kkn saya itu. ya ampun kemana semangat bermimpinya?

NB : anak laki-laki itu masuh berumur, kurang lebih 15 tahun



saya bersama siswa-siswi kelas 5 dan sebagian kelas 4

Siswa - siswi kelas 1 & 2


lomba memasukan paku dalam botol

lomba balap kelereng


lomba joget balon

say dan teman se-jorong (popi dan ully) dan adek - adek

lomba makan kerupuk



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar